10 Februari 2009

PERILAKU DURHAKA ORANG TUA & SUAMI

Kita tentunya sering, utamanya dari ceramah dan majlis ta’lim, mendengar tentang perilaku atau tanda atau ciri dari perilaku durhaka anak kepada orang tua dan perilaku durhaka isteri kepada suaminya.
Tapi tahukah kita, bahwa sebagai ayah dan suami, kita diamanatkan dan diperintahkan oleh ALLAH swt untuk bersikap baik terhadap anak dan isteri kita ?
Tahukan kita bahwa perintah tersebut banyak tersebar dalam ayat Al Qur’an maupun Hadits ?

Adapun ciri perilaku Durhaka Suami Kepada Isteri dan Perilaku Durhaka Orang Tua Kepada Anak diantaranya :

A> Perilaku Durhaka Suami Kepada Isteri
1. Tidak melunasi mahar (mas kawin) kepada isteri
2. Menelantarkan belanja isteri
3. Mengabaikan kebutuhan seksual isteri
4. Menyenggamai isteri lewat duburnya
5. Memeras isteri baik fisik maupun mental
6. Menyebarkan rahasia hubungan sengan isteri kepada khalayak umum
7. Menyenggamai isteri saat ia haid
8. Mengganggu ketenangan isteri karena pulang larut malam
9. Memperlakukan isteri dengan kasar
10.Menyenangkan isteri dengan melanggar tuntunan agama
11.Membawa isteri ke pemandian umum
12.Menempatkan isteri serumah dengan iparnya
13.Menzihar isteri
14.Menceraikan isteri dengan semena-mena
15.Tidak berlaku adil (dalam hal materi, perasaan, dan perhatian) jika memiliki isteri lebih dari satu

B> Perilaku Durhaka Orang Tua Kepada Anak
1. Menafkahi anak dengan harta dari hasil haram
2. Mengajak atau membiarkan anak menuju kemusyrikan
3. Merintangi anak untuk menjalankan agama secara benar
4. Menelantarkan nafkah anak
5. Menelantarkan pendidikan anak
6. Menempatkan anak di lingkungan yang rusak
7. Memaksa anak menikah dengan seseorang yang tidak disukainya
8. Merintangi anak menikan dengan calon yang seiman dan baik
9. Menyerahkan asuhan dan pendidikan anak pada non muslim
10.Membiasakan atau mencontohkan perilaku boros dan pamer
11.Memberi nama yang buruk
12.Membunuh anak, termasuk dalam hal ini aborsi
13.Melahirkan anak diluar pernikahan
14.Membebani anak dengan tugas diluar kemampuan dan usianya
15.Tidak berlaku adil (dalam hal materi, perasaan, dan perhatian)jika memiliki anak lebih dari satu, mulai dari kandungan (selamatan 4 bulanan & 7 bulanan) hingga mereka telah menikah dan memiliki anak.

Jika ada hal-hal diatas yang telah terlanjur dan atau masih kita kerjakan, pintu rahmat dan maghfirah ALLAH swt selalu terbuka lebar bagi kita untuk memperbaiki diri.

Demikian sebagian dari yang saya dapat di buku karangan Ustadz Drs. M. Thalib yang diterbitkan oleh Irsyad Baitus Salam dan Kaffah Media, dengan judul mirip seperti diatas.

Semoga bermanfaat bagi saya terutama dan pembaca lainnya. Amin.
#Bang ARIN Fadilah#

1 komentar:

Abi Adnan mengatakan...

Saya pernah menulis anak harapan, mungkin masih ada relevansinya dengan artikel ini. Silahkan lihat
http://asy-syifaa.blogspot.com/2007/02/wish-kid.html